BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Welcome

Selamat datang di Info Bungo. Situs ini dimaksudkan sebagai salah satu sarana berbagi informasi tentang Kabupaten Bungo dan sekitarnya, baik bagi yang tinggal di Bungo maupun yang sedang di luar kota. Di sini anda dapat mengetahui tentang Profil Kabupaten Bungo, Sejarah Kabupaten Bungo, Berita tentang Kabupaten Bungo dan lain sebagainya.
Tampilkan postingan dengan label Musibah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musibah. Tampilkan semua postingan

20 September 2010

Tiga Tewas Saat Mengantar ke Pesantren

Senin, 20 September 2010
JAMBI, KOMPAS.com - Tiga orang warga Kabupaten Bungo tewas akibat kecelakaan lalulintas di jalan lintas timur Sumatera, Bayung Lincir, perbatasan Jambi-Sumatera Selatan pada Minggu.

Nasib naas dialami Kades Sungai Beringin, Kabupaten Bungo, Syarifudin (41), mobilnya yang ditumpangi satu keluarga beserta lima orang lain mengalami kecelakaan tunggal, pada Minggu malam pukul 22.00 WIB di Jalintim Sumatera.

Korban tewas Unju (34), sopir, Sopian Sauri (17) dan Yayan (18). "Syafrudin, istrinya Ernawati (38) dan Syarif Hidayatullah (3), luka parah," kata Iril salah satu keluarga korban di RSU Raden Mattaher Jambi, Senin (20/9/2010).

Keluarga ini beriat ke pesantren untuk mengantar anaknya, di Jawa. Namun mobil Kijang Grand Super yang berpenumpang sembilan orang itu terbalik.

Tiga orang mengalami luka parah, dan tiga orang lainnya mengalami luka ringan. Syafrudin, anak dan istrinya, mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RSU Raden Mattaher Jambi.

Tiga korban lain hanya mengalami luka ringan, salah satunya Harti, anak Syarifudin dan dua temannya, Umu Marah (19) dan Abu Bakar (19).

Sumber: www.kompas.com

Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1!
Selengkapnya...

Read more...

29 Agustus 2010

Bayi Usus Terburai Dirujuk ke Padang

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Heru Pitra
Tribunnews.com - Minggu, 29 Agustus 2010

TRIBUNNEWS.COM, MUARA BUNGO - Bayi perempuan yang lahir dengan kondisi usus berada di luar perut, di RSU Hanafie Muara Bungo Jumat (27/8/2010) lalu, akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Padang untuk dilakukan operasi. Bayi mungil tersebut dibawa ke Padang, Sabtu (28/8/2010), sekitar pukul 14.10 WIB.

Dari pantauan Tribun, di Rumah Sakit Umum Hanafie, si bayi sempat dirawat di Ruangan Perimatologi. Kondisi bayi juga terlihat sehat, namun infus dan oksigen tetap terpasang, saat akan dibawa ke Padang.

Suasana sedih terlihat pada keluarga bayi, terutama ayah si bayi, Eka. Ia mengaku masih bingung dengan kenyataan yang harus diterimanya ini. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya yang mengantar bayi malang tersebut ke mobil ambulan.

"Ya, akan dibawa ke Padang, dengan biaya pribadi," kata Maryati Nenek bayi dengan nada sedih, sesaat sebelum keberangkatan mereka ke Padang, Sabtu (28/8/2010).

Maryati mengatakan, tidak semua keluarganya mengantarkan bayi dari pasangan Eka dan Dewi ini ke Padang, namun hanya ada beberapa orang yakni ia, Eka, dan seorang bidan yang merawat. "Ibu bayi tidak ikut ke Padang karena perlu istirahat setelah melahirkan," ujarnya.

Terpisah, dokter spesialis anak yang merawat bayi mungil tersebut, dr Krisna Mainara SpA mengatakan, menurut teori kedokteran, bayi tersebut mengalami gastroskisis atau omfalokel yakni keluarnya usus dari titik terlemah di kanan umbilikus. Di mana usus akan berada di luar rongga perut tanpa dibungkus peritoneum dan amnion.

Omfalokel artinya pada janin usia 5-6 minggu isi abdomen terletak di luar embrio. Pada usia 10 minggu akan terjadi pengembangan lumen abdomen sehingga usus dari ekstraperitonium akan masuk ke rongga perut.

Bila proses ini terhambat, maka akan terjadi kantong di pangkal umbilikus yang berisi usus, lambung, dan kadang hati. Dinding yang tipis, terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion yang keduanya kering sehingga isi kantong tampak dari luar. Keadaan ini disebut omfalokel atau dalam bahasa awamnya disebut ususnya berada di luar.

"Bayi ini harus dioperasi, di sini kita tidak punya dokter bedah anak, begitu juga di Jambi, makanya ia kita rujuk ke Padang," ungkapnya.

Dr Krisna mengatakan, jika bayi tersebut tidak segera dilakukan operasi maka risikonya sangat besar terhadap kelangsungan hidupnya kedepan. "Kalau tidak segera dioperasi bayi tersebut bahkan bisa meninggal," ujarnya.

Sumber: http://www.tribunnews.com

Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1!
Selengkapnya...

Read more...

28 Agustus 2010

Ada Bayi dengan Usus di Luar Perut di Bungo

Tribunnews.com - Sabtu, 28 Agustus 2010
TRIBUNNEWS.COM, MUARA BUNGO - Dewi, warga Dusun Sungai Buluh Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo, melahirkan seorang bayi, Jumat (27/8/2010) sekitar pukul 06.00 WIB, dengan kondisi usus di luar perut.

Saat ini, bidan desa dan pihak keluarga masih merawat bayi tersebut di Rumah Sakit Umum Hanafie Muara Bungo, tepatnya di Ruang Prinatologi. Pihak keluarga yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan, tak ada kelainan saat Dewi hamil.

Begitu juga perkembangan janin, normal karena Dewi rajin memeriksakan kehamilannya. Bahkan sejak tiga bulan terakhir, wanita yang bekerja bersama suaminya di sebuah perusahaan sawit yang ada di kabupaten Bungo, rela berhenti bekerja karena ingin menjaga kehamilannya.

"Hasil periksaan melalui bidan, bayi itu akan lahir kira-kira setelah Lebaran. Namun baru masuk pertengahan Ramadan, dia sudah lahir. Kandungannya tidak sampai sembilan bulan," katanya.

Namun, ketika diminta untuk menjelaskan lebih jauh dan memberikan izin kepada wartawan melihat keadaan bayi, keluarga bayi menolak untuk memberikan izin dengan berbagai alasan.

Kepala RSUD Bungo dr Safarudin, saat dikonfirmasi, mengaku tidak tahu persis mengenai hal itu. Ia menyarankan agar langsung menghubungi bagian kebidanan, yang menangani kasus tersebut.

Namun bagian kebidanan, tepatnya di tempat bayi tersebut dirawat prinatologi juga belum berani memberikan keterangan lebih jauh terhadap peristiwa seorang bayi lahir dengan usus di luar badan tersebut. "Maaf kita tidak bisa membirikan informasi, kalau sudah ada izin dari pihak keluarga bayi baru kita berani," ujar petugas RSUD.

Namun para perawat tersebut sempat mengatakan, bayi tersebut memang ususnya berada di luar perut, katanya itu karena bayi malang itu terkena penyakit yang disebut Opaloker.

Diungkapkanya, untuk melakukan operasi terhadap bayi tersebut, tidak bisa dilakukan di rumah sakit umum Hanafie, namun harus dirujuk ke RS di Padang. "Untuk melakukan pengobatan atau operasi, bisa dirujuk ke Padang asal keluarga menyetujuinya," ungkapnya. (*)

Sumber: http://www.tribunnews.com

Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1!
Selengkapnya...

Read more...

30 Juli 2010

Polres Bungo Selidiki Tewasnya Tamu Hotel

Jumat, 30 Juli 2010
MUARABUNGO--MI: Seorang pria yang menjadi tamu hotel O ditemukan tewas di salah satu kamar hotel itu di Kota Muarabungo, Kabupaten Bungo, Kamis (29/7) sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jumat (30/7), pria penyewa hotel itu bernama Syaiful, 64, warga Sungai Puar, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi. Korban diketahui tewas setelah kamarnya dibuka oleh petugas hotel dan polisi dari Polres Bungo. Saat ditemukan, tubuhnya hanya dibalut selimut dalam posisi tidur.

Setelah dilakukan pemeriksaan forensik terhadap jenazah serta melakukan olah TKP, setengah jam kemudian mayat Syaiful dibawa ke RSUD H Hanafie Muarabungo untuk divisum. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berangkat ke Bungo dari Mersam bersama rekannya Yanto yang merupakan rekan kerja dengan tujuan mengurus bisnis proyek pembuatan rumah transmigrasi di Rantau Keloyang.

Syaiful bersama Yanto tiba di Bungo, Rabu (28/7), sekitar pukul 22.00 WIB. Oleh Yanto, korban diajak menginap di rumah orang tuanya. Namun korban menolak karena tidak ingin merepotkan dan memilih menginap di hotel O kamar nomor 9.

Setelah masuk hotel, korban langsung tidur. Yanto menginap di rumah orangtuanya. Keesokan harinya Yanto sempat menghubungi korban, namun telepon genggamnya tidak diangkat. Ia mengira korban sudah kembali ke Batanghari.

Pihak hotel merasa aneh dengan tamunya, sebab sejak pagi Syaiful tidak keluar kamar. Bahkan pintu kamarnya sempat diketuk tapi tidak ada jawaban.

Merasa curiga, akhirnya pihak hotel menghubungi kepolisian yang kemudian mendobrak pintu kamar nomor 9. Ternyata korban ditemukan telah meninggal dengan hanya dibalut selimut.

Kapolres Bungo AKBP H Yassir melalui Kasat Intelkam AKP Dudi Novery SE membenarkan penemuan mayat Syaiful di hotel O tersebut. Dari pemeriksaan sementara tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun kasus ini masih dalam penyelidikan. (Ant/OL-5)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com


Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1!
Selengkapnya...

Read more...

24 April 2009

Dua Bocah Tewas di Sumur Tua

Jumat, 24 April 2009 | Jambiekspres
MUARABUNGO - Dua bocah, yakni Ikbal (4) dan M Arif Maulana (5), ditemukan tewas tenggelam di sebuah sumur tua sekitar pukul 11.00 Wib kemarin (23/04), Rt 01/RW 01, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah.

Awalnya, Ikbal anak tunggal pasangan Muslim Manurung alias Ucok dan Desi, serta M Arif anak pasangan M Syafi’I alias Imam dan Nurhasanah berpamitan ingin buang air besar.

Namun setelah beberapa menit keduanya tidak nampak, lantas Desi mencarinya ke belakang rumah, dan mendapati pakaian keduanya di pinggir sumur yang kedalamannya tak kurang dari 1,5 meter.

Karea panik, Desi lantas menanyakan keberadaan anaknya kepada tetangga sebelah rumah, Yuli, yang kebetulan ada di dekat sumur.

Merasa ada firasat buruk, lantas Desi meminta bantuan Yuli untuk mencari anaknya. Yuli kemudian mencoba meraba ke dalam sumur dengan sebuah bambu, dan mencurigai kalau keduanya tenggelam.

Lantas salah seorang warga diminta bantuan masuk ke dalam sumur, dan benar saja ada sosok manusia di dalamnya.

Pertama sekali diangkat adalah jasad Arif, dan kemudian diangkat jasad Ikbal. Sayangnya, saat kedunya diangkat sudah tidak bernyawa lagi. Penuturan warga, keduanya saat ditemukan masih berpelukan.

Mengetahui musibah ini, pekik tangis tak tertahankan lagi. Lantas saja mengundang kerumunan warga ke sekitar tempat kejadian.

Saat insiden ini terjadi kedua orang tua Arif sedang tidak di tempat. Ibunya sedang bekerja di salah satu perusahaan batubara di Leban dan bapaknya sedang berada di Jambi.

Namun demikian Muslim Manurung datang beberapa saat setelah kejadian, dan sempat mengikuti seluruh proses penyelenggaraan jenazah anaknya.

Kemudian orantua Arif, Nurhasanah mengetahui musibah ini setelah dijemput adiknya dari tempat kerja dan juga mengikuti semua proses penyelenggaraan jenazah anaknya.

Kedua korban sumur tua ini, dimakamkan di TPU Paal 06 arah Bangko sekitar pukul 05.15 Wib. (ril/jenn)

Sumber: www.jambiekspres.co.id


Selengkapnya...

Read more...

23 April 2009

Puting Beliung Hantam Jujuhan

Belasan Rumah Rusak, Dua Hancur
Kamis, 23 April 2009 | Jambiekspres
MUARABUNGO - Angin puting beliung kembali terjadi. Setelah sebelumnya Sabtu malam (18/04) puting beliung, memporakporandakan 74 rumah warga Desa Sungai Rambai, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo. Selasa malam (21/04) kemarin angin puting beliung menghantam Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo. Akibat kejadian itu belasan rumah rusak dan dua rumah rusak berat alias hancur.

Amukan angin di Dusun Sirih
Sekapur, Kecamatan Jujuhan itu terjadi Selasa malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Hal ini diakui Cama
t Jujuhan, Hamrizal, seraya meminta kepada warga yang tertimpa musibah untuk dapat bersabar.

“Kita harus bersabar menerima seluruh cobaan dari Allah, sebab musibah ini adalah ujian dari Allah. Selur
uh kerusakan ini akan kita laporkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Bungo, kita harapan ada bantuan nantinya,” sebut Hamrizal, kemarin.

Sementara itu, menurut Kadis Sosial, M Yusuf yang mendengarkan berita tersebut akan langsung ke lokasi untuk memantau seberapa besar kerusakan yang dialami. “Kita akan langsung ter
jun ke lokasi untuk memantau bencana alam ini,” ujar Yusup.

Untuk diketahui bahwa warga yang terkena bencana antara lain adalah Edi, Epa, Ujang, Ansori dan sa
lah seorang rumah orang tua dosen STAI Yasni serta warga lainnya. Namun demikian untuk sementara tidak ada korban jiwa dari kejadian ini.


Sumber: www.jambiekspres.co.id


Selengkapnya...

Read more...

22 April 2009

Aktifitas Gunung Kerinci Menurun, Warga Diminta Jangan Cemas

Rabu, 22/04/2009 Infojambi.com
KERINCI - Aktifitas Gunung Kerinci sudah mulai menurun. namun warga yang berada disekitar gunung itu tetap masih merasa cemas.

Ir Iryanto dari badan geologi pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi mengatakan, kondisi Gung Kerinci masih dalam keadaan aman.Hal itu diungkapkannya pada dialog dengan masyarakat setempat di Kantor Camat Kayu Aro yang dihadiri Bupati Kerinci H Murasman. Ir Iryanto sengaja didatangkan dari Bandung guna memantau kondisi terakhir Gunung Kerinci. Dalam dialog itu Iryanto menghimbau keapda masyarakat tidak perlu cemas, apalagi meninggalkan aktifitas sehari-sehari. “Sebelumnya memang dalam kondisi waspada namun kini sudah mulai nampak seperti biasa,” sebutnya.

Bupati Kerinci H Murasman juga menghimbau kepada masyarakat Kerinci, khususnya Kecamatan Kayu Aro dan Gunung Tujuh agar tidak cemas apalagi harus mengungsi. Sebab kondisi Gunung Kerinci saat ini dalam keadaan aman.
Di tempat pemantau aktifitas Gunung Kerinci terlihat jelas pada semograf atau pencatat gempa, pada empat hari lalu aktifitas Gunung Kerinci memang sedang terlihat aktif. Ini ditunjukkan dengan adanya getaran, suara gemuruh dan percikan api setinggi 200 meter dari kawah gunung itu.

Ery Prasetiyo petugas pemantau aktifitas Gunung Kerinci mengakui kondisi Gunung Kerinci saat ini dalam keadaan aman. “Memang sebelumnya kondisinya menjadi waspada, setelah pantauan hari ini (Selasa,21/4) aktifitasnya sudah menurun. Namun untuk pendakian tetap ditutup sampai waktu benar-benar aman,” katanya.

Kendati disebutkan aman, warga Kerinci masih dicekam rasa ketakutan. Pagi Selasa (21/4) masih ada getaran dan percikan api dan asap tebal dari kawah Gunung Kerinci itu.

Selain itu hujan abu juga menyelimuti pemukiman penduduk di sekitar kaki Gunung Kerinci seperti di Desa Kersik Tuo dan Desa Tangkil. Ada juga warga yang mengungsi ke rumah keluarganya di Semurup untuk menghindari kemungkinan meletusnya Gunung Kerinci.

Herman, Kepala Desa (kades) Sungai Rumpun mengakui ada sekitar 50 KK warganya mengungsi ke Semurup. Disamping atap rumahnya bocor, juga takut akan letusan gunung Kerinci. Karena hingga pagi Selasa letusan kecil dan percikan api masih saja terjadi.

Hamisah, warga RT 6 Desa Bendung Air, menuturkan Ia dan dua anaknya sangat cemas dengan kondisi Gunung Kerinci saat ini. Kalau siang akunya, kondisi Gunung Kerinci memang tampak tenang, namun pada malam hari lewat tengah malam kondisinya sudah berubah. Adanya goncangan dan suara gemuruh disertai percikan api yang keluar dari kawah Gunung Kerinci. “Saya sangat cemas, kalau-kalau Gunung Kerinci ini benar-benar meletus,” akuinya. (infojambi.com/AL)

Sumber: http://infojambi.com

Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1!
Selengkapnya...

Read more...

21 April 2009

Gawat!! Gunung Kerinci Muntahkan Api Serta Letusan

Selasa, 21/04/2009 | Infojambi.com
KERINCI – Hampir tengah malam, tepatnya sekitar pukul 22.00 WIB, Senin (20/4) warga Kecamatan Kayu Aro dan Gunung Tujuh dikejutkan oleh getaran dari Gunung Kerinci. Bahkan gunung tertinggi di Sumatera itu mengeluarkan api serta asap tebal hitam.

Akibat ulah Gunung Kerinci itu, warga di dua kecamatan diselimuti kecemasan yang luar biasa. Bagaimana tidak, getaran disertai suara gemuruh hebat, dan api serta asap tebal yang keluar dari kepundan Gunung Kerinci itu berlangsung dari pukul 22.00 hingga pukul 02.00 dini hari. Warga berhamburan keluar rumah memenuhi sepanjang jalan yang menghubungkan Sungai Penuh-Padang Aro (Sumbar).

Edison, salah seoarang warga Kersik Tuo mengakui, semalam warga diselimuti kecemasan mendengar suara gemuruh serta melihat percikan api dari Gunung Kerinci. Getaran terus berlangsung, bumi tempat berpijak bergetar hebat, semua warga keluar berkumpul di jalan. “Wah gawat gunung kerinci tadi malam (Senin dini hari, red). Kata kami gunung ini meletus. Karena letusan terus menerus dan megeluarkan api serta bunyinya kencang,” jelas Edision serius.

Disamping itu, Bunawar warga Desa Sungai Rumput juga mengutarakan kecemasannya. Ia mengatakan jalan lintas Kayu Aro hampir dipenuhi warga. Karena melihat aktifitas gunung kerinci kembali mengeluarkan asap tebal, api serta latusan terus menerus.

“Warga berkumpul disepanjang jalan melihat kearah gunung Kerinci yang mengeluarkan letusan terus menerus hingga getaran terasa di dalam rumah,” kata Bunawar.

Eri Prasetiyo, Kepala Pos Pemantau Gunung Api, di Kayuaro mengakui terjadi letusan (Vulkanul) terus menerus hingga megeluarkan asap tebal dan api serta guncangan pada malam Senen pukul 22.00 hingga pukul 02.00 dini hari. “Ya, malam tadi memang terjadi letusan terus menerus. Dan mengeluarkan asap dan api, letusan bernama Vulkanol. Gunung Kerinci berstatus waspada,” akunya.

Berselang berkisar 5 hingga 10 tahun, kata Eri saatnya Gunung Kerinci mengeluarkan letusan. ”Ya, ini mungkin masanya gunung kerinci mengeluarkan letusan, atau ada lempengan yang jatuh hingga mengakibatkan letusan dan guncangan,” ujarnya.

Sementara itu pintu pendakian gunung Kerinci ditutup sampai keadaan kembali normal. “Pintu pendakian ditutup sementara, menjelang normal kembali,” sebutnya.

Namun Eri menghimbau dengan kejadian ini warga tidak perlu panik karena tidak membahayakan, karena ini hanya letusan biasa.

Sementara Camat Kayuaro, Julizarman mengakui memang tadi malam Gunung Kerinci mengeluarkan api, dan menimbulkan gemuruh serta getaran yang dirasakan warga. ”Benar, tadi malam terjadi bunyi letusan yang keras dari gunung Kerinci, serta warga keluar ke jalan dan berjaga-jaga sampai pagi,”kata Julizarman.

Camat menghimbau warga yang tinggal dilereng kaki gunung Kerinci harap mengungsi ke tempat yang aman serta diminta seluruh warga Kayu Aro agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas gunung Kerinci saat ini. (infojambi.com/AL)

Sumber:
http://infojambi.com/

Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1! Selengkapnya...

Read more...

17 April 2009

Toko Bungo Sulita Habis Dilalap Sijago Merah

Jumat, 17 April 2009 | Info Bungo.
M
UARA BUNGO - Kebakaran kembali terjadi di Kota Muara Bungo kira-kira jam 9.00 WIB Kamis pagi (17/4). Kali ini kebakaran menghabiskan sebuah warung dan toko photo copy Bungo Sulita yang terletak persis di Simpang Sulita jalan RM. Thaher Rimbo Tengah, Muara Bungo.

Belum ada kepastian asal api, tapi menurut keterangan warga kebakaran kemungkinan akibat dari minyak bensin yang tersambar api. Tidak dijelaskan dari mana api yang menyambar bensin tersebut. Menurut keterangan warga, akibat kebakaran tersebut dua orang di rawat di RSU Muara Bungo karena luka bakar.

Walaupun mobil kebakaran sempat memada
mkan api, nanum kebakaran yang menghabiskan rumah yang merangkap warung makan dan toko photo copy tersebut tidak dapat terelakan lagi.

Rumah yang merangkap Warung Makan dan toko photo copy tersebut memang letaknya bersebelahan dan satu bangunan. Begitu rumah/warung makan yang juga jualan bensin eceran tersebut terbakar, lalu dengan cepat menjalar ke toko photo copy milik Jum Nefrianto yang juga satu keluarga dengan pemilik warung makan tersebut.

Satu unit mobil yang ada di rumah tersebut juga mesin photo copy yang ada di Toko serta barang-barang dagangan hangus terbakar. Pantauan Info Bungo hanya sedikit barang yang dapat diselamatkan. Namun belum diketahui berapa kerugian akibat musibah kebakaran tersebut (Info Bungo).



Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1!
Selengkapnya...

Read more...

Bocah Lima Tahun Tewas Tenggelam

Terperosok ke Dalam Kolam Ikan
Jumat, 17 April 2009 | Jambiekspres
MUARABUNGO – Diduga akibat kelalaian orangtuanya, Robby Saputra (5) terperosok ke dalam kolam di samping rumahnya. Malangnya lagi, saat ditemukan, putra pertama pasangan Wagino (35) dan Yanti (32) ini sudah tewas.

Kejadiannya di dekat rumah orangtua korban, di Kelurahan Manggis RT 07/03, persisnya di depan Klinik Ayu Mas, Simpang Jambi. Insiden tenggelamnya bocah ini terjadi Rabu (15/04) sekitar pukul 15.30 Wib.

Menurut informasi, korban sudah terbiasa bermain sendiri di sekitar pekarangan rumah. Saat Yanti sedang mengasuh anak keduanya, diduga korban bermain mengarah ke kolam ikan di samping rumahnya. Hingga akhirnya kakinya terperosok ke dalam salah satu kolam.

Yanti yang merasa kehilangan anaknya, mencoba mencari korban di dalam rumah, karena dia mengira anaknya sedang tidur.

Namun setelah dicari dan dipanggil, Robby tak juga ditemukan. Hingga akhirnya Yanti menemukan buah hatinya tersebut sudah mengapung di salah satu kolam ikan di dekat rumahnya.

Dalam keadaan panik, Yanti langsung meminta pertolongan warga sekitar, karena saat itu suaminya sedang pergi bekerja ke Kabupaten Tebo. Korban lalu diangkat dan langsung dilarikan ke RS Bersaudara Muara Bungo. Sayangnya, ketika diperiksa oleh dokter ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi.(ril/jenn)

Sumber:http://www.jambiekspres.co.id/

Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1!
Selengkapnya...

Read more...

16 April 2009

Kecelakaan, Wadan SPORC Tewas

Kamis, 16 April 2009 | Jambiekspres

sporcMUARABUNGO - Jalan lintas Jambi-Bungo kembali makan korban. Wakil Komandan (Wadan) Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC) Propinsi Jambi, Yasir Serian (34) tewas dalam insiden kecelakaan yang terjadi Rabu (15/04) dinihari sekitar pukul 01.30 Wib di Km 09 arah Muaratebo, Dusun Kelompok Tani, Kecamatan Bathin II Babeko.

Pada malam naas tersebut, korban yang mengemudikan Mitsubishi L200 Pick Up nopol B 9407 WQ milik Polhut Propinsi Jambi tersebut melaju dari arah Kota Jambi menuju Kerinci. Selain korban, di dalam mobil juga ada istrinya Rosdiah (33) dan anaknya Fali Arsalan (2).

Pada saat melintas di Dusun Kelompok Tani dengan kecepatan tinggi, usai menikung ke kiri, kendaraan yang dikemudikan korban oleng ke kanan dan memakan badan jalan.

Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan muncul truk hino engkel nopol BA 9870 JK. Hingga akhirnya kedua kendaraan naas tersebut langsung bertabrakan. Akibat insiden tersebut, korban tewas di TKP. Sementara istri dan anaknya mengalami luka berat. Mengetahui penumpang L200 tersebut sekarat, sopir truk hino engkel yang hingga berita ini ditulis belum diketahui identitasnya langsung melarikan diri.

Oleh warga sekitar dan anggota Satlantas Polres Bungo, korban langsung dilarikan ke RSUD Muara Bungo, guna mendapatkan perawatan medis. Istri dan anak korban dirawat di ruang ICU RSUD Muara Bungo. Sementara korban siang kemarin oleh rekan dan keluarganya langsung dibawa ke rumahnya di Komplek Karya Indah Blok F No. 05 Kelurahan Talang Puri, Kota Jambi.

Pantauan Bungo Pos di kamar mayat kemarin, tampak rekan-rekan dan kerabat korban sedang menunggu penyelesaian administrasi dari pihak rumah sakit, untuk selanjutnya dibawa ke Jambi. “Hari ini juga dibawa ke Jambi”, ujar salah seorang rekan korban.

Kapolres Bungo, AKBP Yasir SIK melalui Kasat Lantas AKP Karman membenarkan insiden ini. “Dalam insiden ini satu korban tewas. Sementara yang lainnya mengalami luka-luka”, tegas Karman.(ira/jenn)

Sumber :http://www.jambiekspres.co.id/

Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1!
Selengkapnya...

Read more...

Ratusan Hektar Sawah Warga Gagal Panen

Kamis, 16/04/2009 | Infojambi.com
MUAROTEBO – Hujan deras beberapa hari belakang ini, tidak hanya menghancurkan rumah pemukiman warga dan sarana pendidikan. Ratusan hektar sawah yang tersebar di Kecamatan Sumay, yang ada di delapan desa masing Desa Jati Belarik, Teluk Langkap, Tambun Arang, Punti Kalo, Lebak Bungur, Teluk Singkawang, Teriti dan Dusun Tuo Sumay, rusak akibat terendam banjir kiriman akibat air hujan yang volumenya sangat tinggi.

Hujan yang terus-menerus melanda dan mengakibatkan banjir ini, merusak padi yang telah berumur tiga bulan, bahkan sebagian padi tinggal menunggu untuk dipanen. Akibatnya, petani banyak yang mengeluh dan dipastikan kali ini mengalami gagal panen.
Petani asal Desa Teluk Langkap Kecamatan Sumay, Siti Fatimah mengatakan ratusan hektar tanaman padi milik petani ini baru berumur 3 bulan sekitar 2 bulan lagi akan berbuah. Namun akibat air dari sungai Batanghari naik, sawah miliknya seluas hampir satu hektar sudah tergenang air. "Saya pasrah saja, dipastikan padi yang telah susah payah kita tanam akan mati dan pasti gagal panen,” katanya lirih.

Kata Siti Fatimah, petani tidak menyangka kalau banjir akan sebesar sekarang ini. Apalagi usia panen padi yang ditanam, akan memasuki tahap berbuah. “Kita dipastikan akan mengalami kerugian besar dari banjir ini, jelas sawah yang kita tanami seratus persen gagal panen,” keluhnya.

Lanjut Fatimah, semenjak bencana banjir ini beberapa hari yang lalu belum ada satupun aparat pemerintah yang turun untuk melihat mereka apalagi memberikan bantuan, mereka terkesan diam tanpa memperdulikan kerugian yang telah dialaminya dan warga lainnya. “Jangankan memberikan solusi, mengunjungi kita saja Bupati tidak akan mau,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan petani Desa Teluk Singkawan Ali, dirinya juga mengalami hal yang sama. Bahkan dirinya dan petani lain sudah memasuki masa panen. “Padi kita sudah menguning, bahkan dua minggu ini sudah akan dipanen. Eh, tidak tahunya musibah banjir datang. Ya kita pasrah sajalah, dengan memanen yang bisa diselamatkan,” kata Ali lusuh.

Sementara kata Ali, pemerintah dalam hal ini Bupati tidak pernah ada perhatian terhadap petani di Kecamatan Sumay. “Meski kita mengalami musibah seperti saat sekarang, mana mungkin Bupati mau melihat keadaan kita. Apalagi ditempat kita bukan basic suara Bupati,”ungkap Ali.

Hal senada juga diungkapkan A Roni Ketua Kelompok Tani Sadar Diri. Ia sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah yang dalam hal ini Bupati. “Jelas-jelas telah lewat desa sini, eh malah tidak singgah. Inikan nampak kalau Bupati pilih kasih, padahal musibah bukan hanya di Tebo Ulu tapi yang lebih menyakitkan selain rumah kita terkena banjir, sawah kita juga terendam dan terancam gagal panen total,” jelas Bupati.

Untuk itu, A Roni, sangat mengharapkan ada kepedulian dari pemerintah dalam memberikan keringan bagi petani yang terkena musibah. “Sebagai kepala daerah seharusnya Bupati berlaku adil, tanpa harus melihat masa lalu,” harapnya.

Sementara Ketua Kelompok Tani Karya Maju Kampung Baru Teriti, Raden Hasan, mengatakan secara keseluruhan petani akan mengalami gagal panen. “Hanya tiga desa yang bisa panen, itu mungkin hanya 30 persen sedangkan 70 persen lainnya akan gagal panen,” ungkap Raden.

Kata Raden, dirinya atas nama masyarakat Kecamatan Sumay sangat mengharapkan kepada pemerintah dalam hal ini Bupati Tebo untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang terkena musibah. “Tentunya kita tidak menginginkan ini terjadi, namun bentuk kepedulian dari pemerintah sangat kita harapkan,”tandasnya. (infojambi.com/SUK)

Selengkapnya...

Read more...

25 Maret 2009

Korban Keracunan, Satu Meninggal Dunia

Rabu, 25/03/2009 Infojambi.com

MUARATEBO - Kasus keracunan yang terjadi di Jalan Tiga Belas Unit II Kecamatan Rimbo Bujang memakan korban. Rusdi (60) dipastikan meninggal dunia usai menyantap makanan saat diadakan sukuran. Kepastian itu disampaikan Kapolres Tebo AKBP Franky Harianto Parapat melalui Kapolsek Tebo AKP Bobby. Menurut Bobby, korban masih ada hubungan keluarga dengan pemilik rumah Sakirin.



“Belum diketahui jelas korban meninggal itu karena keracunan makanan atau tidak, yang jelas korban juga dikabarkan menderita sakit stroke," ujar Kapolsek sembari mengatakan belum bisa menentukan penyebab keracunan karena masih menunggu hasil pemeriksaan labor dari BP POM Jambi.



Berdasarkan data dari Polsek Rimbo Bujang korban tercatat mencapai 142 orang. 58 orang rawat inap, 82 rawat jalan. Sementara dua orang diantaranya dirujuk kerumah sakit RSUD Bungo. Dari 58 korban yang dirawat ditempatkan didua tempat masing-masing 33 orang di Puskesmas Rimbo Bujang dan 25 korban di Puskesmas Rimbo Ulu.



Terpisah, Kasat Reskrim AKP Herman Suriono mengatakan, dalam kasus ini pihaknya menggunakan pasal 359 subsider 360 ayat 1 lebih subsider pasal 205 KUHP tentang pemberian bahan berbahaya secara tidak sengaja maupun disengaja. Sayangnya, Herman mengaku penyidik belum bisa menentukan tersangka dalam kasus tersebut.



“Kami masih intensifkan pada pemeriksaan saksi korban dan pemilik rumah,” tukasnya.

Kadinkes Tebo Drs Haflin Mkes APt mengatakan, pihaknya kini juga masih menunggu hasil uji sisa makanan yang dikirimkan ke laboratorium jambi, dan pengecekan itu memakan waktu 3 sampai 5 hari.



"Hasil uji lab belom turun, kita masih menunggu. Kalau sudah turun kita baru bisa memastikan bahwa itu positif keracunan makanan," tukas Haflin ketika dihubungi infojambi.com via ponselnya. (infojambi.com/SUK)


Sumber:http://infojambi.com

Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1! Selengkapnya...

Read more...

PKS Graha Dilalap Api, Kerugian Capai 1 Milyar

Rabu, 25/03/2009 Infojambi.com

BANGKO – Malang tak bisa dielakkan. Itulah yang dialami Pabrik Kelapa Sawit milik PT Graha Cipta Karya Bangko. Pabrik yang terletak di Desa Karang Anyar Kecamatan Pamenang itu, Selasa (24/3) sekitar pukul 10.00 WIB terbakar.



Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kerugian perusahaan ditaksir mencapai milyaran rupiah. Informasi yang berhasil dihimpun infojambi.com, saat itu menjelang pukul 10.00 WIB, 5 mekanik perusahaan akan melakukan servis pada mesin pengolah kelapa sawit.



Selain servis, kelima mekanik ini juga melakukan pembersihan alat yang diduga menghambat kerja pada mesin tersebut. Sebab alat ini sudah 1 bulan terakhir tidak berfungsi. Saat itu salah satu mekanik melakukan pembersihan pada elevator dan juga melakukan pengelasan pada mesin plat body. Dan saat itu beberapa mekanik ada yang melakukan pengelasan pada body mesin tersebut.



Kemungkinan, lantaran percikan api las sehingga menyambar sisa-sisa kotoran serabut kelapa sawit dan mengakibatkan mesin tersebut kebakar. Akibatnya api langsung menyambar ke berbagai ruang yang ada di tempat mesin tersebut, bodi mesin sepanjang sekitar 20 meter ini pun terbakar. Saat itu kelima mekanik berusaha memadamkan dengan alat pemadam yang tidak jauh dari tempat bekerja, bahkan 2 unit Damkar Merangin diperbantukan ketempat tersebut.



Erwin salah satu mekanik perusahaan mengatakan, saat itu sedang melakukan pembersihan dan pengelasan pada timba-timba elevator yang sudah haus, sebab sebulan terakhir ini alat itu tidak berfungsi sama sekali. “Namun belum lama melakukan pengelasan tiba-tiba api langsung membesar, kami bahkan sempat panik dan meminta pertolongan. Untung api belum sempat menyambar gedung pabrik dengan bantuan pemadam kebakaran kami sekitar pukul 12.00 WIB berhasil memadamkan api,” katanya. Sementara itu, menurut Kapolres Merangin AKBP Hudit Wahyudi melalui Kasat Reskrim AKP Ujang Kusuma Winata membenarkan adanya kebakaran ini. “Setelah mendapat laporan kami langsung turun ke TKP untuk mengidentifikasi kejadian. Kami langsung memberikan police line. Bahkan beberapa saksi langsung kami mintai keterangan,” ungkap Ujang.



Masih menurut Kasat Reskrim Polres Merangin, saat ini pihaknya masih memfokuskan kepada human error. “Belum ada tanda-tanda unsur kesengajaan. Saat ini kami masih menyimpulkan karena ada faktor kesalahan dalam pekerjaan. Namun saat ini pihak kami masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian kebakaran di PKS Graha ini,” jelas Kasat.(infojambi.com/DHA)



Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1! Selengkapnya...

Read more...

21 Maret 2009

Tertelan Balon, Bocah 10 Tahun Tewas

Sabtu, 21 Maret 2009 | Bungo Pos

 

MUARA BUNGO – Siapa sangka, balon yang tertelan oleh Ridho Irwanto (10) bakal menghilangkan nyawanya.  Kejadian ini kemarin (19/03) sekitar pukul 21.00 Wib.



Cerita berawal saat Ridho bermain balon di salah satu rumah keluarganya di Sungai Pinang, dan tiba-tiba balon itu pecah. Kemudian Ridho mengambil pecahan balon itu dan bermaksud meniupnya untuk dijadikan gelembung kecil. Malang, aksi Ridho ini justru membuat pecahan balon itu tertelan tidak bisa dikeluarkan.



Melihat kondisi Ridho yang mulai mengkhawatirkan, keluarga membawanya ke RSUD Muara Bungo. Sayangnya, saat dibawa ke RSUD Muara Bungo nyawa Ridho tak terselamatkan . Efendi, salah satu keluarga korban merelakan kepergian Ridho. Ternyata saat meninggalnya Edi di RSUD sempat terjadi keributan, karena keluarga korban hendak menyerang dokter piket malam itu, karena tidak terima terhadap tingkah dokter jaga. Beruntung tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.



Bungo Pos sempat meminta cerita sebenarnya kepada dokter Jeri yang kebetulan piket malam itu. Dr.Jeri menceritakan kronologis yang sebenarnya pada malam itu. “Mereka datang membawa anak itu memakai motor dan masuk langsung ke depan pintu IGD sampai di depan kasir. Mereka mengatakan minta segera dilakukan tindakan, karena anak itu tertelan karet. Kami langsung melakukan pertolongan pertama atau tindakan, bahkan sempat diberikan oksigen. Kemudian saya menelpon dr. Triolit untuk meminta bantuan. Tapi belum sempat dr. Triolit datang, anak itu sudah meninggal. Jadi, kami sudah melakukan tindakan. Kalau ada yang tidak terima malam itu, adalah keluarga yang baru datang kemudian, yang menyangka saya tidak melakukan tindakan”, beber dr.Jeri. (ril)


 

Sumber: Bungo Pos



Selengkapnya...

Read more...
Toko Buku Online Terlengkap

Kabupaten Bungo Bakal Punya Bandara

Kabupaten Bungo dalam waktu dekat bakal punya Bandar Udara (Bandara). Mau tau lebih detil lagi? Klik di sini.

Berapa Malaikat yang Kau Temui Hari ini?

Ya berapa malaikat yang sudah kau temui hari ini? 
Atau hari kemarin? 
Di dalam perjalananmu menuju tempat kerja? 
Atau dalam perjalananmu menuju ke rumah kembali? 
Berapa? Klik di sini

Entri Populer

Anda sudah Bertahun-tahun Frustasi Belajar Bahasa Inggris dengan Kursus, Les privat dan Membeli Software mahal Yang Mengajari Anda Grammar tetapi sampai detik ini Ada masih “malu” berbicara Bahasa Inggris. Sekarang Lupakan Grammar….!

Ikuti Kursus Belajar Bahasa Inggris Online Cepat

Tanpa Grammar Full Conversation

Authorized Partner of E-Compusoft Online English Training

Akte Notaris No. 198. Tanggal 22 Desember 2009

Sistem Kursus tanpa mengenal tempat & waktu. ribuan member telah bergabung mulai dari Aceh hingga Papua bahkan luar negeri seperti :

Arab Saudi, Malaysia, Qatar, Timor Leste, Korea, Polandia, Lagos (Nigeria), dll

Satu-satunya sistem yang menjamin 100% Anda mengalami dan merasakan secara nyata kemajuan berbahasa Inggris Anda – Garansi


Mau lihat Saja dulu Klik Di Sini
BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

About This Blog

INFO BUNGO dimaksudkan sebagai sarana berbagi informasi tentang Kabupaten Bungo. Komentar, saran dan kritik anda sangat kami harapkan. Silahkan kirim e-mail ke : info_bungo@yahoo.com

Taukah Kamu?

Kecamatan di Kabupaten Bungo ada 17

Kelurahan di Kota Bungo ada 12

Disclamer

Isi dan materi iklan dalam situs ini di luar tanggung jawab INFO BUNGO. Kami tidak bertanggungjawab atas segala konsekwensi yang timbul dari iklan dalam situs ini. Terima kasih.
BlogRankers.com blogarama - the blog directory Newswire Blogs - Blog Catalog Blog Directory Submit Your Site
Sebagian artikel/berita adalah dari media online di Indonesia, pencantuman kembali di blog ini ditujukan untuk menyebarkan informasi secara online agar pembaca dapat memperoleh informasi dari banyak tempat. Sumber atau link asal artikel/berita tetap disertakan untuk melihat source aslinya.

Sebagian atau seluruh artikel, gambar, video, berita dan sebagainya yang ditampilkan di blog ini adalah milik masing-masing pemilik. Kami tidak memegang hak cipta. Sebagian atau seluruhnya itu bersumber dari blog maupun website lain atau sumber lainnya. Jika ada yang keberatan untuk ditampilkan artikel, gambar, video, berita dan sebagainya di blog ini, agar disampaikan kepada kami yang selanjutnya akan dihapus dari blog ini. Terima kasih.

Ó2009 - 2011 Admin · Info Bungo · e-mail: info_bungo@yahoo.com

Jl.Batang Tebo No.408 Muarabungo 37214, JAMBI


  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP